6 Langkah Agar Keluar Dari Kesulitan Hidup (3)

6 Langkah Agar Keluar Dari Kesulitan Hidup (3)

Karena si Malik masih ragu, Allah pun menghendaki si Malik untuk melihat  ayat yang lain. Ternyata ayat yang di baca selanjutnya adalah lanjutan dari ayat sebelumnya, yaitu surat Ali Imran ayat 27,

“Engkau masukan malam kedalam siang dan Engkau masukkan sinag ke dalam malam. Engkau keluarkan  yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).”

Seakan-akan Allah kembali berbicara kepada si Malik, “Lik, sesungguhnya Allah Maha Kuasa mengubah malam menjadi siang, dan siang menjadi malam, Aku Maha Kuasa menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup, apalah lagi urusan manusia!”

Namun, tetap saja si Malik masih belum percaya. Karena ia sudah menyerah. Ia dalam keadaan buntu.

Karena Malik masih belum percaya, rupanya Allah berkenan berdialog dengannya. Dia menggerakkan tangan Malik ke ayat yang lain, yaitu surat Faathir ayat 2 dan 3,

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?”

Allah seakan-akan berbicara kepada Malik, “Lik, kembalilah kepada-Ku. Kembalilah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Mohonlah kepada-Ku apa yang engkau butuhkan, pasti akan aku kabulkan.”

Setelah membaca ayat ini, Malik pun sadar dan insaf. Dia beristighfar kepada Allah karena akan melakukan bunuh diri yang dosanya sangat besar di sisi Allah. Malik pun menutup Al Qur’annya, seraya berkata, “Kalau semua urusan adalah kehendak Allah, saya enggak jadi, dah, bunuh diri.”

Setelah dia menutup Al Qur’an, dia pun bangun menuju ruangan utama rumahnya untuk mengunci pintu rumahnya dan mematikan seluruh lampu rumahnya, kecuali dua kamar, kamarnya dan kamar anaknya.

Setelah dia melakukan tiga hal: berwudhu, shalat dan membaca Al Qur’an yang merupakan petunjuk Allah hingga akhirnya menyelamatkannya, si Malik pun melakukan hal yang keempat, yaitu berdoa dengan khusyu.

Inilah yang jarang sekali dilakukan oleh kita. Bukankah kita jarang sekali berdoa dengan khusyu?!

Mengapa si Malik mematikan lampu-lampu di rumahnya dan mengunci pintu rumahnya? Rupanya si Malik ingin berduaan dengan Allah. Dia ingin berdoa dengan khusyu kepada Allah. Dia mengadu kepada Allah, “Ya Rabb, Engkau Yang Maha Kuasa, sesungguhnya aku memohon pertolongan kepada-Mu, agar esok hari rumahku enggak jadi disita, istri saya jangan sampai cerai, dan anak saya jangan sampai dikeluarkan oleh sekolah.”

Di sela-sela doanya, si Malik juga membaca Asmaul Husna dari ayat yang terakhir dibacanya, yaitu, wa Huwal Azizul Hakim.

“Ya Azizuya hakim, ya ghafuru ya rahim... ya azizu ya hakim, ya ghafuru ya rahim (wahai Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana, wahai Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang).”

Si Malik berdoa dan membaca Asmaul Husna ini sampai jam 1. Dia terus memohon kepada Allah agar rumahnya jangan disita, enggak jadi cerai dengan istrinya, dan anaknya dapat terus bersekolah.

Setelah berdoa dan membaca Asmaul Husna sampai jam 1, mata si Malik pun terasa ngantuk. Akhirnya si Malik berwudhu lagi. Setelah berwudhu, dia membaca Al Qur’an lagi. Dan ayat yang dibacanya kali ini adalah ayat tentang pasrah, yaitu surat ath-Thalaaq ayat 2-3,

“...Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

bersambung ...

Sumber Channel Telegram wirausaha

Postingan populer dari blog ini

085722056745 Grosir Gluta Panacea di Tasikmalaya

DUS-DUSAN, CALL 0857-220-567-45 Teh Herbal Sarang Insulin Review

PALING DICARI, 0857-2205-6745 Grosir Teh Herbal Sarang Insulin Untuk Diabetes di Dampit